Become our Fan

Tuesday, 15 August 2017

Mengobati Penyakit Fisik dan Bathin

Mengobati Segala Penyakit
Oleh Syekh Ali Jaber dengan ayat -ayat Al-qur'an

Bagi sahabatku, saudaraku,yang terkena penyakit, sihir, rasa was-was, gangguan jin. Dan saudara berniat untuk mengatasi masalah tersebut. syeikh ali jaber telah memaparkan dalam pengajiannya tentang surah serta ayat al-qur’an untuk mengobati penyakit,dan telah menjelaskan cara penggunaannya.
Dan sahabatku  yang tidak mengalami masalah di atas alangkah baiknya untuk mengamalkanya. Untuk sebagai pelindung.  Dan syekh ali jaber mengatakan alangkah baiknya kita sendiri mengobati diri sendiri dengan al-qur’an. Karena seorang mukmin harus yakin doanya di ijabah oleh Allah SWT. Dan bukan berarti kita tidak butuh doa seorang ulama. Di samping di doakan ulama, kita sendiri harus berdoa Kepada Allah apa yang kita inginkan.
1.Inilah Ayat Pengobatan,dan Ayat ruqyah :

Surah Al- Fathihah :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ -١- الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ -٢- الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ -٣- مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ -٤- إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ -٥- اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ -٦- صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ -٧-
Salah satu Keutamaan surah Al-fatihah yakni pembuka. Kalau ada anak kita yang sakit,nakal,malas cukup anda bacakan surah Al-fatihah sebelum tidur berulang-ulang dengan bersama sampai dia tidur, insya Allah penyakit anak tersebut sembuh, anda tidak perlu lagi ke dokter. Dengan catatan harus dengan keyakinan penuh terhadapa Allah SWT.karena banyak orang yang membacanya akan tetapi keyakinananya kurang sehingga tidak melihat  hasilnya.

5 Ayat Awal Surah al-baqarah :
الم -١- ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ -٢- الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ -٣- والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ -٤- أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ -٥-

Pertengahan surah Al-baqarah Ayat 20,69,109 :
يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاء لَهُم مَّشَوْاْ فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُواْ وَلَوْ شَاء اللّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّه عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -٢٠-
Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah Menghendaki, niscaya Dia Hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ayat 20
قَالُواْ ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا لَوْنُهَا قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاء فَاقِـعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ -٦٩-
Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami agar Dia Menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) Berfirman, bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).”  Ayat 69

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّاراً حَسَداً مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُواْ وَاصْفَحُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -١٠٩-
Banyak di antara ahli kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah Memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ayat 109
Tiga ayat di atas sangat berguna khusus untuk hasud contoh  sebagai orang pengusaha  ada orang yang hasud ingin usaha kita bangrut. Dan insya Allah dengan ayat ini menolak orang yang hasud pada kita

Surah Al-baqarah ayat 255 (Ayat Kursi) :
اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ -٢٥٥-
Allah, tidak ada tuhan selain Dia.Yang Maha Hidup, Yang terus menerus Mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia Mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia Kehendaki. Kursi-Nya** meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat Memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar. Ayat 255
------------------------------------------------------------------
**Sebagian mufasir mengartikan dengan ilmu Allah, ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya, dan ada juga yang menafsirkan lain.

Tiga Ayat Akhir Surah Al-Baqarah 284-286 :
لِّلَّهِ ما فِي السَّمَاواتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَإِن تُبْدُواْ مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللّهُ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -٢٨٤- آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ -٢٨٥- لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ -٢٨٦-
Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah Memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia Mengampuni siapa yang Dia Kehendaki dan Mengazab siapa yang Dia Kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Quran) dari Tuhan-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau Bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau Bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau Pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”  Ayat 284-286
hendaknya 11 ayat  albaqarah jangan sampai tertinggal untuk wirid sehari-hari. Insya allah kalau setiap hari di ulang-ulang kurang dari satu minggu anda bisa hafal.
Surah Ann-Nisa 54 :
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُم مُّلْكاً عَظِيماً -٥٤-
ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah Diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah Memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah Memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.

Surah Hijr 16-18
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاء بُرُوجاً وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ -١٦- وَحَفِظْنَاهَا مِن كُلِّ شَيْطَانٍ رَّجِيمٍ -١٧- إِلاَّ مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُّبِينٌ -١٨-
Dan sungguh, Kami telah Menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya), dan Kami Menjaganya dari setiap (gangguan) setan yang terkutuk, kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dikejar oleh semburan api yang terang.ayat 16-18

Surah Toha 23 ayat mulai dari 1-23 dan 131 :
طه -١- مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى -٢- إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَى -٣- تَنزِيلاً مِّمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى -٤- الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى -٥- لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى -٦- وَإِن تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى -٧- اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى -٨- وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى -٩- إِذْ رَأَى نَاراً فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَاراً لَّعَلِّي آتِيكُم مِّنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى -١٠- فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِي يَا مُوسَى -١١- إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى -١٢- وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَى -١٣- إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي -١٤- إِنَّ السَّاعَةَ ءاَتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى -١٥- فَلاَ يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لاَ يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَى -١٦- وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَا مُوسَى -١٧- قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَى غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَآرِبُ أُخْرَى -١٨- قَالَ أَلْقِهَا يَا مُوسَى -١٩- فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَى -٢٠- قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الْأُولَى -٢١- وَاضْمُمْ يَدَكَ إِلَى جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاء مِنْ غَيْرِ سُوءٍ آيَةً أُخْرَى -٢٢- لِنُرِيَكَ مِنْ آيَاتِنَا الْكُبْرَى -٢٣-
Ayat 1-23 sangat bagus  yang kena sihir
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجاً مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى -١٣١-
Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami Berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami Uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhan-mu lebih baik dan lebih kekal. Surah Thaha ayat : 131

Asshaffat 1-11 :
وَالصَّافَّاتِ صَفّاً -١- فَالزَّاجِرَاتِ زَجْراً -٢- فَالتَّالِيَاتِ ذِكْراً -٣- إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ -٤- رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ -٥- إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ -٦- وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ -٧- لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ -٨- دُحُوراً وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ -٩- إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ -١٠-

sangat bagus untuk kesurupan gangguan jin dan sangat membantu menghilangkan rasa was-was termasuk dalam shalat

Tabaraq mulai dari ayat 1-14 :
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -١- الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ -٢- الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقاً مَّا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ -٣- ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِأً وَهُوَ حَسِيرٌ -٤- وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُوماً لِّلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ -٥- وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ -٦- إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقاً وَهِيَ تَفُورُ -٧- تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ -٨- قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ -٩- وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ -١٠- فَاعْتَرَفُوا بِذَنبِهِمْ فَسُحْقاً لِّأَصْحَابِ السَّعِيرِ -١١- إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ -١٢- وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ -١٣- أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ -١٤-
bermamanfaat untuk melawan godaan hawa nafsu

Al-qalam ayat 51 :
وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ -٥١-
Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar al-Quran dan mereka berkata, “Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.”** Al-qalam ayat 51 :

** Menurut kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang dapat membinasakan hewan atau manusia dengan menujukan pandangannya yang tajam.Hal ini hendak dilakukan pula kepada Nabi Muhammad saw., tetapi Allah Memeliharanya, sehingga terhindar dari bahaya itu, sebagaimana Dijanjikan Allah dalamQ.S. 5 al-Mā-idah ayat 67. Kekuatan pandangan mata itu pada masa sekarang dikenal dengan hipnotis.
tolong anda baca dengan cermat dengan terjemahannya!!!

Surah at-taubah ayat 14-15 :
قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ -١٤- وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبُ اللّهُ عَلَى مَن يَشَاءُ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ -١٥-
Perangilah mereka, niscaya Allah akan Menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan Menghina mereka dan Menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman, dan Dia Menghilangkan kemarahan hati mereka (orang Mukmin). Dan Allah Menerima tobat orang yang Dia Kehendaki. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

Surah al-humazah :
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ -١- الَّذِي جَمَعَ مَالاً وَعَدَّدَهُ -٢- يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ -٣- كَلَّا لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ -٤- وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ -٥- نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ -٦- الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ -٧- إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ -٨- فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ -٩-

Surah al-kafiruun :
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ -١- لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ -٢- وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ -٣- وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ -٤- وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ -٥- لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ -٦-

Surah Al-Ikhlas :
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ -١- اللَّهُ الصَّمَدُ -٢- لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ -٣- وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ -٤-
Surah Al-falaq  :
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ -١- مِن شَرِّ مَا خَلَقَ -٢- وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ -٣- وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ -٤- وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ -٥-

Surah An-nas :
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ -١- مَلِكِ النَّاسِ -٢- إِلَهِ النَّاسِ -٣- مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ -٤- الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ -٥- مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ -٦-

2. Cara Mengamalkan :
1.      Berwudhu Sebelum membaca ayat di atas bagi wanita  yang haid tunggu masa suci
2.      Setelah  baca tiup ke dalam air  3x
3.      5 liter air untuk mandi dan sisanya untuk di minum
4.      Bahan-bahan seperti daun bidara,garam dan tawas. Di  tumbuk sampai halus lalu di bagi menjadi tujuh bungkus. Di pakai untuk selama satu minggu. Mandi menggunakan air yang sudah di campur, kalau bisa mandi setelah shalat ashar menjelang maghrib. Usahakn mandi tidak dekat dengan toilet karena aya-ayat tersebut sudah di bacakan kalamullah
5.      Tumpahkan air di atas kepala bagian belakang sampai di  bawah. Setelah itu sisanya guyur air ke seluruh tubuh. Jangan sampai kena mata. Berbahaya!!!
6.      Setelah mandi baca Al-fatihah, Surah Al-ikhlas, surah Al-Falaq, Surah An-Nas. Sebanyak-banyaknya.

3.Tambahan syekh ali jaber mengijazahkan amalan dan doa untuk wanita yang ingin punya keturunan,
1.      Sebelum tidur fokus terhadap yang kita inginkan dan Membaca sebanyak-banyaknya tanpa batas sampai tidur, dengan membaca hasbunallah wani’mal wakil, dan boleh pake hassbiyallah jadi sama saja . karena ada orang yang mempermasalahkan tersebut.
Dan keutamaan doa ini Allah SWT. Berfirtman : fankalabu bi ni’matillah (Allah akan membolak nikmat yang tidak pernah di sangka.
  وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْداً وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ -٨٩- فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ -٩٠-
Dan (ingatlah kisah) Zakariyya, ketika dia berdoa kepada Tuhan-nya, “Ya Tuhan-ku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah Ahli waris yang terbaik. Maka Kami Kabulkan (doa)nya, dan Kami Anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami Jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami. surah Al-anbiya ayat 89-90
Ayat yang berwrnah hijau di baca di setiap waktu sujud di dalam shalat, jadi bukan di sujud terakhir tapi setiap sujud terutama dalam shalat malam.
Dan bagi orang yang sudah punya keturunan. Doa ini di bagikan kepada saudara yang butuh insya Allah kita dapat pahalanya.

Sumber : pengajian syeikh ali jaber di masjid sunda kelapa.
Sumber lain : http://shalawattibbilqulub.blogspot.co.id/2015/02/pengobatan-syekh-ali-jaber-dengan-al.html?m=1

Sunday, 23 July 2017

Hati-hati dengan curhat

Hati-hati dengan Curhat

Hati-hati Dengan Curhat
Waspada dengan Curhat - Untuk postingan kali ini, Om Juxxy akan membahas tentang cinta. Sebelumnya, siapa nih diantara kalian yang paling suka curhat? Hayoo ngakuu?? Tentunya tidak ada diantara kalian yang tidak pernah curhat kan? Kecuali kalau kalian merasa mampu untuk menyelesaikan masalahnya  sendiri tanpa bantuan orang lain. Tapi memang ada juga orang yang tertutup kayak gini, tidak senang berbagi dengan orang lain seberat apapun masalahnya, saya yakin untuk orang macam ini dalam hidupnya sangat selektif dalam berteman, tidak mudah percaya pada orang lain atau kemungkinan tidak mempunyai sahabat dekat. Semoga kalian nggak seperti itu yah..

Siapa sih yang tidak kenal kata curhatCurhat berasal dari kata Curahan Hati, yang bisa berarti menceritakan segala uneg-uneg atau permasalahan yang sedang dihadapi pada orang lain, entah itu kepada teman, sahabat, pacar atau keluarga.

Curhat ada hubungannya loh dengan jatuh cinta. Kok bisa?. Meskipun ini belum terbukti secara survey akan tetapi banyak yang pernah mengalaminya. Meskipun belum tentu valid, setidaknya ini salah satu contoh kasus aja yah.

Pertama, jika kita sedang dirundung masalah apalagi kalau persoalan hati, biasanya kita butuh teman curhat untuk sekedar berbagi, meskipun belum tentu dia dapat memberi solusi yang terbaik, tapi biasanya setelah kita curhat maka beban pikiran akan sedikit lebih ringan dari sebelumnya.

Mungkin kalau curhatnya pada teman sesama jenis tidak akan menjadi masalah, akan tetapi bagaimana jika seseorang yang sering curhat atau saling curhat dan berbagi pada lawan jenis? Tentu saja akan berbeda persoalannya. Jika satu atau dua kali saja efeknya belum terasa akan tetapi jika sudah keseringan, walau hanya masalah kecil dicurhatin juga bisa-bisa kita akan ketergantungan dan timbul perasaan nyaman untuk sering bercerita dengannya, apalagi kalau orangnya setipe dengan kita tentunya akan lebih menarik lagi untuk menjadi teman diskusi setiap saat.

Kedua, jika sudah merasa nyaman dan cocok untuk saling curhat (berlaku antar lawan jenis) biasanya akan timbul perasaan simpati dan keinginan untuk melindunginya dari masalah yang sedang dihadapi, buat yang masih single, tentunya tidak menjadi masalah dan bisa saja berlanjut ketahap yang diinginkan entah tetap jadi sahabat terbaik atau jadi pasangan spesial.

Bagi yang sudah punya pasangan hati-hati lho, jangan sampai pasangan anda lebih sering curhat pada temannya ketimbang anda sebagai orang terdekatnya. Jika sudah mulai timbul gejala-gejala yang tidak diinginkan maka berusahalah menjadi tempat curhat atau teman diskusi terbaik buat pasangan anda, karena biasanya teman curhat bisa menjadi pihak ketiga loh. Mau curhat? Silahkan saja, asal tetap jaga hati yah dan jangan lupa untuk hati-hati dengan hati. 

Semoga Bermanfaat...

 

Blognya Si Imin.

Saturday, 21 March 2015

Senantiasa Bertawakal

Dari segi bahasa, tawakal berasal dari kata
‘tawakala’ yang memiliki arti; menyerahkan,
mempercayakan dan mewakilkan. Seseorang yang
bertawakal adalah seseorang yang menyerahkan,
mempercayakan dan mewakilkan segala
urusannya hanya kepada Allah SWT.
Sedangkan dari segi istilahnya, tawakal
didefinisikan oleh beberapa ulama salaf, yang sesungguhnya memiliki muara yang sama.

Diantara definisi mereka adalah:
1. Menurut Imam Ahmad bin Hambal.
Tawakal merupakan aktivias hati, artinya
tawakal itu merupakan perbuatan yang
dilakukan oleh hati, bukan sesuatu yang
diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu
yang dilakukan oleh anggota tubuh. Dan
tawakal juga bukan merupakan sebuah
keilmuan dan pengetahuan. (Al-Jauzi/
Tahdzib Madarijis Salikin, tt : 337)

2. Ibnu Qoyim al-Jauzi
“Tawakal merupakan amalan dan ubudiyah
(baca; penghambaan) hati dengan
menyandarkan segala sesuatu hanya kepada
Allah, tsiqah terhadap-Nya, berlindung hanya kepada-Nya dan ridha atas sesuatu yang menimpa dirinya, berdasarkan keyakinan
bahwa Allah akan memberikannya segala
‘kecukupan’ bagi dirinya…, dengan tetap
melaksanakan ‘sebab-sebab’ (baca ; faktor-
faktor yang mengarakhkannya pada sesuatu
yang dicarinya) serta usaha keras untuk
dapat memperolehnya.” (Al-Jauzi/ Arruh fi
Kalam ala Arwahil Amwat wal Ahya’ bidalail
minal Kitab was Sunnah, 1975 : 254)

Banyak orang yang salah memahami tawakal
dalam kehidupan sehari hari, mereka
mengharapkan sesuatu tanpa ada usaha
sedikitpun mendapatkan apa yang diinginkannya
itu. Ini adalah sikap tawakal yang salah kaprah.
Bertawakal itu diujung usaha. Kita harus berusaha
semaksimal mungkin kemudian baru bertawakal
dan berserah diri pada Allah.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia
akan mengadakan baginya jalan keluar.  Dan
memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal
kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya. Sesungguhnya Allah
melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu. (At Thalaq 2-3).

Allah menjamin rezeki orang yang selalu berusaha
dan bertawakal padaNya sebagaimana yang
dikisahkan oleh Umar bin Khattab ra bahwa ia
pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
‘Sekiranya kalian benar-benar bertawakal
kepada Allah SWT dengan tawakal yang
sebenar-benarnya, sungguh kalian akan
diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana
seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi
pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan
pulang di sore hari dalam keadaan kenyang ”
…. (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Tidak dibenarkan ketika ditimpa suatu penyakit
kemudian berdiam diri pasrah dan bertawakal pada
Allah tanpa ada usaha sedikitpun untuk berobat.
Mengharapkan kekayaan atau kesuksesan namun
hanya berdiam diri dirumah tanpa usaha
sedikitpun. Itu adalah tawakal salah kaprah.

Melatih sikap tawakal
Sikap tawakal tidak akan muncul begitu saja dalam
diri seseorang. Sikap itu akan muncul dan
tertanam dalam diri seseoang melalui latihan ,
pengalaman dan waktu yang lama. Sikap tawakal
adalah masalah hati. Tidak mudah untuk bersikap
ikhlas dan berserah diri pada Allah.
Hati manusia selalu dirongrong oleh rasa cemas,
takut, was was, bimbang , ragu yang selalu
ditiupkan syetan kedalam hati manusia. Kita harus
sanggup mengalahkan semua perasaan tersebut.
Jika berbagai sifat dan perasaan tersebut masih
bercokol dihati kita , sulit bagi kita untuk
bertawakal pada Allah.
Shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk
dapat membantu menghilangkan berbagai rasa
cemas, takut, bimbang, ragu seperti tersebut
diatas. Ayat dan kalimat yang dibaca dalam shalat
jika dipahami dan dimengerti maksudnya berisi
motivasi dan nasehat yang dapat menghilangkan
semua sifat tersebut. Namun jika shalat dilakukan
secara asal asalan tanpa mengerti makna dan
maksud ayat yang dibaca , berbagai sifat buruk
tersebut tidak akan bisa hilang.
Kalimat dzikir seperti tasbih, hamdalah, tahlil,
hasbalah, yang dibaca didalam hati dengan
sungguh sungguh dan penuh keyakinan juga dapat
membersihkan hati dari sifat buruk tersebut.
Membaca Qur’an setiap hari dengan memahami
setiap ayat yang dibaca (membaca dengan
terjemahannya), juga dapat membersihkan hati
dari berbagai penyakit tersebut diatas.

Sifat tawakal dan berserah diri pada Allah adalah
kekuatan yang maha dahsayat dalam menghadapi
berbagai masalah dan persoalah hidup, Allah telah
menjajikan ini dalam surat Ali imran ayat 160:
Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang
yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah
membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan),
maka siapakah gerangan yang dapat menolong
kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu
hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin
bertawakkal. (Ali Imran 160)

Semoga kita terus diberikan kekuatan oleh Allah SWT, agar senantiasa bertawakal.

Friday, 20 March 2015

Bolehkah memakai Batu Akik ??

Bagaimana hukum memakai cincin batu akik?
Apakah boleh ataukah haram dan dihukumi
syirik?
Asal Pakai Cincin itu Boleh
Hal ini berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik
radhiyallahu ‘anhu , ia berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
menulis atau ingin menulis. Ada yang
mengatakan padanya, mereka tidak membaca
kitab kecuali dicap. Kemudian beliau mengambil
cincin dari perak yang terukir nama ‘Muhammad
Rasulullah’. Seakan-akan saya melihat putihnya
tangan beliau.” (HR. Bukhari no. 65 dan Muslim
no. 2092)

Keyakinan pada Batu Akik
Kalau batu akik dipakai sebagai hiasan di jari
saja tak jadi masalah besar. Yang jadi masalah
adalah jika diyakini sebagai batu akik tersebut
sebagai penglaris, pengasihan, pelindung diri,
pencegah penyakit, dan keyakinan lainnya yang
tak terbukti ilmiahnya.
Berdasarkan keterangan dari Syaikh Ibnu
‘Utsaimin dalam Fathu Dzil Jalali wal Ikram (15:
217), ada tiga sebab yaitu bisa jadi terbukti
secara syar’i (ada dalil), bisa jadi terbukti secara
eksperimen, yang ketiga itu tidak terbukti secara
syar’i dan eksperimen. Itu sebab jenis ketiga ini
termasuk kesyirikan menurut beliau.
Jika ada yang memakai batu cincin akik lebih
dari sekedar dipakai, yaitu punya keyakinan
tambahan seperti batu akik dianggap sebagai
penglaris dagangan, sebagaian pengasihan,
diyakini sebagai pencegah dan penyembuh
penyakit tanpa ada bukti ilmiah, berarti termasuk
dalam kesyirikan.

Allah Ta'ala berfirman :
“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada
mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan
bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”.
Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku
tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika
Allah hendak mendatangkan kemudharatan
kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat
menghilangkan kemudharatan itu , atau jika Allah
hendak memberi rahmat kepadaku, apakah
mereka dapat menahan rahmat-Nya?.
Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-
Nya-lah bertawakkal orang-orang yang berserah
diri. ” (QS. Az Zumar: 38)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat
di lengan seorang pria terdapat gelang yang
dinampakkan padanya. Pria tersebut berkata
bahwa gelang itu terbuat dari kuningan. Lalu
beliau berkata, “Untuk apa engkau
memakainya?” Pria tadi menjawab, “(Ini dipasang
untuk mencegah dari) wahinah (penyakit yang
ada di lengan atas).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam lantas bersabda, “ Gelang tadi malah
membuatmu semakin lemah. Buanglah!
Seandainya engkau mati dalam keadaan masih
mengenakan gelang tersebut, engkau tidak akan
beruntung selamanya .” (HR. Ahmad 4: 445 dan
Ibnu Majah no. 3531) [1] .
Dalam Tafsir Ibnu Abi Hatim (43: 179), dari
Hudzaifah, di mana ia pernah melihat seseorang
memakai benang untuk mencegah demam,
kemudian ia memotongnya. Lantas Hudzaifah
membacakan firman Allah Ta’ala ,
ﻭَﻣَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻣُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ
“Dan sebahagian besar dari mereka tidak
beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan
mempersekutukan Allah (dengan sembahan-
sembahan lain) .” (QS. Yusuf: 106)

Lihatlah bagaimana sikap keras para sahabat
bagi orang yang mengenakan jimat untuk
melindungi dirinya dari sakit, dalam rangka
meraih maslahat. Jimat tersebut sampai
dipotong, walau tidak diizinkan. Dalam
penjelesan di atas menunjukkan bahwa
seseorang bisa berdalil dengan ayat yang
menjelaskan tentang syirik akbar (besar) untuk
maksud menjelaskan syirik ashgor (kecil) karena
kedua-duanya sama-sama syirik (Lihat Fathul
Majid, 132).

Jadi kesimpulannya, memakai batu akik boleh saja sebagai hiasan asalkan tidak mengandung unsur kesyirikan di dalamnya.
Yang tidak boleh adalah jika diyakini batu tersebut bisa sebagai pengasihan, penglaris, pelindung, pencegah penyakit dan keyakinan lainnya yang tak terbukti ilmiahnya.

Semoga Allah melindungi dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan. Aamiin.

Wednesday, 18 March 2015

Mencari Kesalahan Orang

Mencari Kesalahan Orang Beriman



Tajassus di antara tafsirannya adalah mencari-cari kesalahan orang lain, terutama yang terus ingin dicari aibnya adalah orang-orang beriman.

Jangan Selalu Menaruh Curiga (Prasangka Buruk)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ
Waspadalah dengan buruk sangka karena buruk sangka adalah sejelek-jeleknya perkataan dusta.” (HR. Bukhari no. 5143 dan Muslim no. 2563)
Prasangka yang terlarang adalah prasangka yang tidak disandarkan pada bukti. Oleh karena itu, jika prasangka itu dinyatakan pasti (bukan lintasan dalam hati), maka dinamakan kadzib atau dusta. Inilah yang disebutkan dalam Fathul Bari karya Ibnu Hajar.

Menaruh Curiga pada Orang Beriman

Larangan berburuk sangka dan tajassus disebutkan dalam ayat Al Qur’an,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang.” (QS. Al Hujurat: 12).
Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al Jalalain, menaruh curiga atau prasangka buruk yang terlarang adalah prasangka jelek pada orang beriman dan pelaku kebaikan, dan itulah yang dominan dibandingkan prasangka pada ahli maksiat. Kalau menaruh curiga pada orang yang gemar maksiat tentu tidak wajar. Adapun makna, janganlah ‘tajassus’ adalah jangan mencari-cari dan mengikuti kesalahan dan ‘aib kaum muslimin.
Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir, tajassus -seperti kata Imam Al Auza’i- adalah mencari-cari sesuatu. Ada juga istilah tahassus yang maksudnya adalah menguping untuk mencari-cari kejelekan suatu kaum di mana mereka tidak suka untuk didengar, atau menguping di depan pintu-pintu mereka. Demikian diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim.

Akibat Buruk Tajassus

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ أَوْ يَفِرُّونَ مِنْهُ ، صُبَّ فِى أُذُنِهِ الآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa menguping omongan orang lain, sedangkan mereka tidak suka (kalau didengarkan selain mereka), maka pada telinganya akan dituangkan cairan tembaga pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 7042). Imam Adz Dzahabi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-aanuk adalah tembaga cair.
Yang namanya tembaga cair tentu saja dalam keadaan yang begitu panas. Na’udzu billah.
Ibnu Batthol mengatakan bahwa ada ulama yang berpendapat, hadits yang ada menunjukkan bahwa yang mendapatkan ancaman hanyalah untuk orang yang “nguping” dan yang membicarakan tersebut tidak suka yang lain mendengarnya.
Namun yang tepat jika tidak diketahui mereka suka ataukah tidak, maka baiknya tidak menguping berita tersebut kecuali dengan izin mereka. Karena ada hadits di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa terlarang masuk mendengar orang yang sedang berbisik-bisik (berbicara empat mata). Seperti ini dilarang kecuali dengan izin yang berbicara. Demikian diterangkan oleh Ibnu Batthol dalam Syarh Shahih Al Bukhari.
Dari Mu’awiyah, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّكَ إِنِ اتَّبَعْتَ عَوْرَاتِ النَّاسِ أَفْسَدْتَهُمْ أَوْ كِدْتَ أَنْ تُفْسِدَهُمْ
Jika engkau mengikuti cela (kesalahan) kaum muslimin, engkau pasti merusak mereka atau engkau hampir merusak mereka.” (HR. Abu Daud no. 4888. Al Hafizh Abu Thohir menyatakan bahwa hadits ini shahih). Ini juga akibat buruk dari mencari-cari terus kesalahan orang lain.
Dari sini kita dapat mengambil pelajaran bahwa tak perlulah menaruh curiga pada orang muslim yang berjenggot dan ingin kembali pada ajaran Islam yang hakiki. Tak pantas mereka terus dicurigai sebagai teroris atau bahkan dengan aliran sesat yang saat ini naik daun, yaitu ISIS.

Kalau Curiga Ada Bukti, Itu Boleh

Dari Zaid bin Wahab, ia berkata,
عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ قَالَ أُتِىَ ابْنُ مَسْعُودٍ فَقِيلَ هَذَا فُلاَنٌ تَقْطُرُ لِحْيَتُهُ خَمْرًا فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ إِنَّا قَدْ نُهِينَا عَنِ التَّجَسُّسِ وَلَكِنْ إِنْ يَظْهَرْ لَنَا شَىْءٌ نَأْخُذْ بِهِ
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu telah didatangi oleh seseorang, lalu dikatakan kepadanya, “Orang ini jenggotnyabertetesan khamr.” Ibnu Mas’du pun berkata, “Kami memang telah dilarang untuk tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain). Tapi jika tampak sesuatu bagi kami, kami akan menindaknya.” (HR. Abu Daud no. 4890. Sanad hadits ini dhaif menurut Al Hafizh Abu Thohir, sedangkan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanadnyashahih).
Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin bahwa terlarang berburuk sangka pada kaum muslimin tanpa ada alasan yang mendesak.

Mulai Belajar untuk Husnuzhon

Contohnya belajar untuk husnuzhon, terhadapa makanan kaum muslimin saja kita diperintahkan untuk husnuzhon. Jangan terlalu banyak taruh curiga tanpa bukti.
عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ قَوْمًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ قَوْمًا يَأْتُونَنَا بِاللَّحْمِ لاَ نَدْرِى أَذَكَرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ أَمْ لاَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم –سَمُّوا اللَّهَ عَلَيْهِ وَكُلُوهُ
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ada suatu kaum yang berkata, “Wahai Rasulullah, ada suatu kaum membawa daging kepada kami dan kami tidak tahu apakah daging tersebut saat disembelih dibacakan bismillah ataukah tidak.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Ucapkanlah bismillah lalu makanlah.” (HR. Bukhari no. 2057).

Lebih Baik Memikirkan Aib Sendiri

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
يُبْصِرُ أَحَدُكُمْ القَذَاةَ فِي أَعْيُنِ أَخِيْهِ، وَيَنْسَى الجَذَلَ- أَوِ الجَذَعَ – فِي عَيْنِ نَفْسِهِ
Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 592. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih).
Perkataan Abu Hurairah di atas sama seperti tuturan peribahasa kita, “Semut di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak.”
Itulah kita, seringnya memikirkan aib orang lain. Padahal hanya sedikit aib mereka yang kita tahu. Sedangkan aib kita, kita sendiri yang lebih mengetahuinya dan itu begitu banyaknya.
Wallahu waliyyut taufiq, hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
 

Blogger news

Blogroll

About